Tukang Kayu
Ada seorang tukang kayu di hutan yang kehidupannya sangat miskin. Suatu waktu, saat dia memotong dahan kayu yang mendoyong ke sungai, kampaknya terlepas, hingga jatuh ke sungai. Karuan saja, si tukang kayu itu menangis seraya berdoa pada Dewa. Rupanya doanya itu terdengar Dewa. Lalu Sang Dewa turun dari langit untuk bertanya: ?Hey?..kenapa kamu menangis??
Si tukang kayu itu menjawab bahwa kampaknya terlepas dan jatuh ke sungai. Padahal ia sangat membutuhkan kampaknya itu untuk usahanya. Dewa pun lalu menyelam ke sungai, kemudian mencul seraya membawa kampak yang terbuat dari emas. ?Ini, kampak yang kamu punya?? kata Dewa.
Tukang kayu itu menjawab: ?Bukan!?
Dewa menceburkan diri kembali ke sungai, menyelam lagi, dan tak berapa lama muncul lagi dengan di tangannya membawa kampak yang terbuat dari perak. Lalu ia bertanya lagi padanya. ?Barangkali ini kampak milikmu itu??
Sekali lagi si tukang kayu menjawab: ?Bukan!?
Sang Dewa nyebur dan menyelam lagi. Sewaktu muncul lagi ke permukaan ia pun membawa kampak dari besi. ?Yang ini kampak milikmu itu??
Tukang kayu menjawab: ?Iya, betul Gusti!?
Dewa sangat gembira, ada manusia yang sangat jujur. Ketiga kampak itu lalu diberikan pada si tukang kayu untuk disimpan. Tukang kayu itupun pulang ke rumahnya dengan perasaan penuh bahagia.
Suatu waktu si tukang kayu tengah berjalan dengan istrinya di pinggir sungai. Dasar lagi sial, istrinya terpeleset, hingga terjerumus ke dalam sungat. Si tukang kayu itupun menangis seraya berdoa kepada Dewa. Doanya terdengar Dewa. Dewa turun dari langit seraya bertanya. ?
Kenapa lagi kamu menangis??
Si tukang kayu menjawab bahwa istrinya terperosok hingga tenggelam di sungai. Dengan cepat Sang Dewa menyelam ke sungai. Kemudian muncul dengan membawa Deasy Ratnasari, lalu bertanya: ?Apakah yang ini istri kamu?? Situkang kayu dengan spontan menjawab: ?
Betul, itu istri saya!?
Dewa sangat marah, lalu berkata: ?Kamu bohong, tidak jujur!?
Si tukang kayu menjawab dengan terus memohon ampunan: ?Aduh, Gusti/Dewa saya minta maaf, bukan?bukan. .begitu. Maksud saya ini hanyalah salah paham. Begini Gusti, apabila saya menjawab dia bukan istri saya, nanti Gusti akan menyelam kembali lalu membawa Dian Sastro. Kemudian apabila saya jawab dia itu bukan istri saya, tentunya Gusti akan menyelam lagi dan membawa istri saya. Lalu Gusti akan menyerahkan ketiganya kepada saya. Gusti tahu sendiri, saya ini orang miskin, tidak
mungkin memilki istri sampai tiga. Karena itulah saya cepat saja menjawabbetul, sewaktu Gusti membawa Deasy Ratnasari itu.?
Dewa: ?!!!!#%$@&*& ^!!!? ( dalam hati: Ahhh bohong... kamu. Kamu mau coba nipu gue.)
Jumat, 08 April 2011
Senin, 31 Januari 2011
1 Alasan Dalam sebuah Cerita
Alasan Mengapa Aku Memecat Sekretaris
Dua minggu yang lalu adalah ulang tahunku yang ke-35 dan mood ku tidak terlalu baik pagi itu.
Aku turun untuk sarapan dengan harapan istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita “ Selamat ulang tahun suamiku tersayang “ dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi. Aku berpikir, ya , itulah istriku, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalu hari ini aku berulang tahun.
Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan, namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan kecewa dan sedih.
Ketika aku masuk keruangan, sekretarisku, Janet, menyapaku “ Selamat pagi boss, selamat ulang tahun ! “
Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku.
Aku bekerja samapai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku dan berkata “ Apakah anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah diluar dan hari ini adalah hari ulang anda, mari kita pergi makan siang, hanya kita berdua “
Aku berkata “ Wow, itu adalah perkataan yang luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi “
Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ketempat dimana kami biasanya makan siang, tetapi kami pergi ketempat yang sepi. Kami memesan 2 botol martiny dan sangat menikmati makan siang kami.
Dalam perjalan pulang kekantor , dia berkata “ anda tahu ini adalah hari yang begitu indah, kita tidak perlu kembali ke kantor kan ? “
“ Tidak perlu, saya pikir tidak perlu “ jawabku.
Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke apartemennya.
Setelah tiba di apartemennya, dia berkata “ Boss, jika anda tidak keberatan, saya akan pergi keruang tidur dan melepaskan sesuatu agar lebih nyaman “
Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi kekamar tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulan tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anak, dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Aku hanya duduk terpaku disana.
Di sebuah sofa panjang, telanjang tanpa sehelai benangpun……..
Dua minggu yang lalu adalah ulang tahunku yang ke-35 dan mood ku tidak terlalu baik pagi itu.
Aku turun untuk sarapan dengan harapan istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita “ Selamat ulang tahun suamiku tersayang “ dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi. Aku berpikir, ya , itulah istriku, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalu hari ini aku berulang tahun.
Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan, namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan kecewa dan sedih.
Ketika aku masuk keruangan, sekretarisku, Janet, menyapaku “ Selamat pagi boss, selamat ulang tahun ! “
Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku.
Aku bekerja samapai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku dan berkata “ Apakah anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah diluar dan hari ini adalah hari ulang anda, mari kita pergi makan siang, hanya kita berdua “
Aku berkata “ Wow, itu adalah perkataan yang luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi “
Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ketempat dimana kami biasanya makan siang, tetapi kami pergi ketempat yang sepi. Kami memesan 2 botol martiny dan sangat menikmati makan siang kami.
Dalam perjalan pulang kekantor , dia berkata “ anda tahu ini adalah hari yang begitu indah, kita tidak perlu kembali ke kantor kan ? “
“ Tidak perlu, saya pikir tidak perlu “ jawabku.
Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke apartemennya.
Setelah tiba di apartemennya, dia berkata “ Boss, jika anda tidak keberatan, saya akan pergi keruang tidur dan melepaskan sesuatu agar lebih nyaman “
Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi kekamar tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulan tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anak, dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Aku hanya duduk terpaku disana.
Di sebuah sofa panjang, telanjang tanpa sehelai benangpun……..
Stupid drunks
Seorang pemabuk pulang ke rumah sambil di bopong oleh temannya yang juga mabuk. Mereka berdua berjalan saling berangkulan agar salah satu dari mereka tidak terjatuh.
Kemudian salah satu pemabuk ini menunjuk ke sebuah rumah.
"Nah ini", katanya sambil senyum-senyum kegirangan.
"Ini...ini... rumahku, kau lihat lampu gantung itu, itu juga milikku, dan piano itu juga punyaku. Heei itu home theater aku....keren khan ?"
Sambil berjalan dengan sempoyongan, mereka menuju sebuah ruangan tempat tidur.
"Dan ini adalah kamar tidurku, kau lihat wanita cantik di tempat tidur itu?"
"Dia adalah istriku, cantiknya"
"Dan pria yang berbaring di atas wanita itu adalah diriku"
Kemudian salah satu pemabuk ini menunjuk ke sebuah rumah.
"Nah ini", katanya sambil senyum-senyum kegirangan.
"Ini...ini... rumahku, kau lihat lampu gantung itu, itu juga milikku, dan piano itu juga punyaku. Heei itu home theater aku....keren khan ?"
Sambil berjalan dengan sempoyongan, mereka menuju sebuah ruangan tempat tidur.
"Dan ini adalah kamar tidurku, kau lihat wanita cantik di tempat tidur itu?"
"Dia adalah istriku, cantiknya"
"Dan pria yang berbaring di atas wanita itu adalah diriku"
Langganan:
Komentar (Atom)